Beredar informasi bahwa jika ingin mengikuti ujian bahasa Korea sektor manufaktur wajib memiliki sertifikat K-3 ini tidak benar. Ini baru gagasan yaa teman” masih akan dikaji lebih lanjut.
Banyak yang memprotes kebijakan ini karena bersifat mubazir.
Mengapa seperti itu?
Coba bayangkan jika Kamu membuat sertifikat itu dengan biaya sekitar 3jtan. Lalu ujian kamu lulus tapi walaupun sudah lulus kamu belum tentu akan terbang (tidak ada jaminan berangkat ke Korea. Karena perusahaan Korea yang akan memilih siapa yang akan direkrut kerja. ucap BNP2TKI)
Apalagi yang ikut ujian tapi tidak lulus. Maka ini akan membuang biaya saja (sia-sia)
Bagaimana pendapat kalian?
Tetap positif thinking dan semangat belajar yaa